Cover Buku

Deskripsi Fisik

Judul Buku: Epipaf Langit yang Terbelah; Ambisi Tanah Liat yang Menentang Kehendak Ilahi

Penulis: Tony Magpal, MA., Ph.D

Editor: Tim Alfabeta Indonesia

Layouter: Hahn Cheva

Desain Cover: Hahn Cheva

Ukuran Buku: 15 x 23

Jumlah Halaman: 621 Halaman

ISBN: 

Harga Buku: 230.000

Sinopsis

Ketika bahasa tidak lagi digunakan sebagai jembatan untuk memuji Sang Keabadian, melainkan untuk mengonsolidasi kekuasaan yang fana, maka kata-kata kehilangan ruh suci dan bermetamorfosis menjadi belati yang dingin. Menara itu adalah metafora dari keinginan manusia untuk menjadi pusat tunggal bagi semesta, sebuah simfoni yang sumbang di hadapan keharmonisan surgawi, di mana setiap anak tangga yang disusun dengan keringat dan darah adalah bentuk penghinaan paling tajam kepada kerendahan hati.

Puncak dari narasi sejarah tragis ini bukanlah sekadar rubuhnya susunan batu yang masif, melainkan rubuhnya makna dan hancurnya jembatan pemahaman di antara sesama manusia. Ketika Kehendak Ilahi turun ke bumi, bukan dengan amarah api yang menghanguskan atau kilat yang mematikan, melainkan dengan sebuah kebingungan halus namun melumpuhkan.

Manusia menemukan diri mereka terisolasi secara absolut dalam sangkar suaranya sendiri. Sebuah kengerian di mana kata “cinta” tak lagi terdengar sebagai kehangatan di telinga kekasih, atau perintah seorang raja hanya terdengar seperti geraman binatang buas yang asing di telinga rakyatnya yang kebingungan. Inilah kutukan Babel yang sesungguhnya: keterasingan yang paling mendasar di mana kita menjadi asing di hadapan cermin kita sendiri.

Novel ini mencoba menelusuri retakan-retakan bahasa tersebut, mencari sisa-sisa makna yang tercecer di antara puing-puing komunikasi yang telah hancur berkeping-keping menjadi ribuan dialek yang saling bermusuhan, meninggalkan kita dalam labirin kesunyian yang panjang. Yang memberikan kita sebuah pelajaran seharga keabadian bahwa jika saja kita mau mendengar Sang Keabadian berbicara dalam nurani baik diri kita maupun orang lain. Sebuah bahasa yang melampaui dediksi.